Cuman ingin nulis...
mungkin aku egois.. jika aku menginginkan kebahagian tanpa air mata..
Perjalanan cinta mu dengan dia..
pernah membuat ku bertanya..Akankah dia tulus menyayangi mu?
Tapi Kau yakinkan aku , bahwa dia seorang yang baik, penuh pengertian, kasih sayang ..
Hmmm aku menghela nafas mengingat perbedaan umur yang cukup jauh anatara Kau dan dia..
Lagi2 Kau yakinkan aku , tak ada masalah dengan itu.. dia penuh sosok keibuan..kedewasaan..
Pernikahan pun berlangsung tanpa kehadiran ku dan si bungsu..Kehidupan kalian terlihat cukup indah dan penuh kemesraan...Perbedaan umur yang sangat jauh tidak menjadi penghalang...
Kemanapun kalian pergi, kau selalu menggenggam tangan nya penuh cinta..Bgitu juga dia yang kerap kali meraih tangan Mu untuk memeluk nya..Aku sangat bersyukur untuk itu... Aku sangat turut berbahagia untuk kebahagian mu dengan dia.. Aku dan si Bungsu bersyukur memiliki dia yang begitu menyayangi mu..
Terkadang ketulusan dia dalam melayani mu... kehangatan dia dalam berkomunikasi dengan ku membuat ku merasa dia adalah sosok malaikat yang begitu indah.. Kasih sayangnya pada anak ku membuat ku begitu menyayangi dia.. Dia dengan tulus datang ke kota di mana aku tinggal untuk menjaga anakku, karena pengasuhnya saat itu sedang pergi..
Ahhhh.. dia benar2 sosok malaikat tanpa pamrih yang begitu indah... aku pun selalu ingin membahagiakan dia..
4 tahun dia bersamamu... sampai suatu hari dia menjelma menjadi sosok lain..
Mungkin banyak salahku pada mu dan dia...
Sehingga dia tega, mengungkap semua kebaikan yang pernah dia lakukan pada mu , pada ku , pada kita semua..
Dengan sangat detail dia tulis semuaaaaaaaaaaaa kebaikan yang pernah dia lakukan pada kita..
dan dengan jelas dia katakan, bahwa dia melakukan itu karena dia ingin kita 'anggap'.
Ya Rabb...berarti dia melakukan semua itu bukan karena dia tulus menyayangi mu...??
bukan karena dia tulus menyayangi kita....??
Di saat Kau terbaring lemah, karena penyakit yang kau derita... Dia pergi ke negeri sebrang untk menjemput mimpi nya..untuk kebaikan buah hati nya...
Dia menyakiti hati ku .... melukai perasaan ku... Dia membuatku menangis...
Dia berubah menjadi sosok yang mngerikan bagi ku..
Bukan kah aku sudah meminta maaf.. tapi kenapa kau masih dengan senang hati melontarkan kata2 yang membuat ku menangis...
Andai Kau tau.. betapa hancurnya hatiku.. membaca semua tulisan nya.. dia tidak menghargai mu.. bahkan mungkin dia tidak pernah menyayangi mu...
Semoga kau tidak pernah tau itu... Biarla cukup aku yang tau.. sosok dia yang sebnarnya..
Rabb.. kenapa kau kirimkan dia dalam kehidupan kita???
(sebuah kerikil indah yang membuat kehidupan menjadi begitu Indah)
Tuesday, May 03, 2011
Thursday, July 15, 2010
Biasanya ku pelipur lara
biasanya ku hapus air matamu..
ku katakan semua nya ka baik2 saja..
namun saat ini...
kubutuh dirimu..
berbagi bebanku ..
temani diriku lalui saat ini ..
katakan padaku..
semua kan berlalu..
dekaplah diriku ..
saat ini ku rapuhh...
biasanya ku tak pernah goyah..
biasanya ku tetep tabah..
ku mampu hadapi rintangan menghadang..
namun saat ini..
kubutuh dirimu..
berbagi beban ku..
temani diriku..lalui saat ini..
katakan padaklu semua kan berlalu..
dekaplah diriku..
saat ini ku rapuh..
hanya untuk malam ini ..
peluklah aku ..
esok ku akan tegar kembali..
biasanya ku hapus air matamu..
ku katakan semua nya ka baik2 saja..
namun saat ini...
kubutuh dirimu..
berbagi bebanku ..
temani diriku lalui saat ini ..
katakan padaku..
semua kan berlalu..
dekaplah diriku ..
saat ini ku rapuhh...
biasanya ku tak pernah goyah..
biasanya ku tetep tabah..
ku mampu hadapi rintangan menghadang..
namun saat ini..
kubutuh dirimu..
berbagi beban ku..
temani diriku..lalui saat ini..
katakan padaklu semua kan berlalu..
dekaplah diriku..
saat ini ku rapuh..
hanya untuk malam ini ..
peluklah aku ..
esok ku akan tegar kembali..
Monday, November 10, 2008
Sepuluh hari tepatnya aku ikut kursus di Metrodata. Kursus pemrograman bersimbol "Gelas Kopi". Konon ceritanya.. Saat itu beberapa programmer kelas kakap, berkumpul di suatu tempat yang cukup terasing untuk menciptakan sebuah "Bahasa Pemrograman" yang dapat di operasikan di komputer jenis paling "dodol" ampe yang paling Canggih.. Saat "Bahasa pemrograman" itu hampir rampung.. mereka mulai memikirkan nama apa yang paling tepat untuk "Bahasa" ini. Mereka pun duduk beristirahat sambil minum kopi, sepertinya kebanyakan programmern lainnya. Saat itulah salah satu gelas yang mereka pakai untuk minum kopi bertulis kan "JAVA" . Mungkin gelas itu oleh-oleh, hadiah atau souvenir dari Indonesia.. makanya namanya JAVA. Jadilah "Bahasa Pemrogramman" itu di daulat menjadi "JAVA". Cerita ini aku dengar dari beberapa teman dan juga Papah ku yang juga seorang programmer. (Bener atau Nggak nya.. ga jamin ya hehehe...)
Aku sangat bersyukur bisa mengikuti kursus Java yang cukup menguras tenaga dan pikiran. Tenaga... soalnya kudu pulang pergi naek busway dengan posisi bergelantungan sepanjang Pemuda - Sudirman.
Pikiran.. karena ini pertama kalinya aku kenalan dengan Kang 'JAVA' yang cukup jelimet.
Menambah satu ilmu baru, bahasa pemrograman yang selama ini aku takuti..ternyata kalo sudah takdir harus belajar.. ga ada yang bisa batalin.. So.. tetap harus di syukuri.. Ahamdulillah...Bisa kursus gratis.., makan siang gratis, snack gratis.. bebas dari kerjaan sementara waktu (hihihi) , ngerasain naek busway pulang -pergi, dan bisa ngerasain ngantor di Sudirman.. ketemu sama orang-orang keren hehehe..
Banyak banget istilah baru yang bikin bibir ku termonyong-monyong..karena kebanyakan ngomong "OOooo gitu" "Ooo gitu".. harus terapi bibir neh sesudah kursus..
Cukup JeLiMeT..karena Mmmm apa ya... karena beda dengan Visual Basic yang selama ini aku pake..
Ada Jar, War, Deploy, Undeploy, Polimorphism, Class, Metod, Statefull, JSP, Container, Constructor, void, trus....harus di javac.. dulu baru di java.. Harus di built dulu baru di deploy... kalo dah di built..musti di clear dulu baru di built lagi.. Window nya tutup dulu karena Session nya sama.. Aaaarrggghhhhhh..... Astagfirullah..Lieur..
Saking pusyieng nya.. akhirnya setelah kursus dua minggu aku cuti 2 hari ..jum'atnya langsung kabur ke Bandung...heeeeeeeeeemmmm..
Alhamdulillah.. bisa merasakan nikmatnya udara Bandung .. suasana sawah depan rumah setelah dua minggu hiruk pikuk ngantor di Sudirman..
Subhanallah ternyata cuti itu sangat menyenangkan... Diem di rumah.. ngeliatin sawah depan rumah.. trus jaga toko kecil ku di bandung.. ketemu pembeli-pembeli yang rata2 anak SD..(Soalnya toko nya..jual acesoris dan alat tulis untuk anak SD).. Mmmmmm jauhhhh lebih menyenangkan dari ngotak-ngatik program.. lebih indah dari pada menatap monitor..
Tapi semua yang kita jalani harus kita syukuri :)..
Terima Kasih ya Askes yang udah kursusin aku JAVA.. Semoga ilmu ini bermanfaat untuk ku dalam berkarir di Askes... Amin...
Thursday, June 19, 2008

Hanya Indah yang akan ku beri...
Luka, susah, sedih, bahagia...
Tapi hanya Bahagia yang akan kau rasa...
Karena hanya bahagia yang akan ku bagi...
Risau, resah, yakin, gelisah, gundah...
Tapi yakin yang hanya bisa kau rasa...
Karena hanya keyakinan yang akan ku katakan...
Air mata, tangisan, senyuman...
Tapi hanya senyum yang akan kau lihat...
Karena hanya senyum yang selalu ada di bibirku saat ku bersamamu...
Karena.....
Segala sedihku .. lukaku.. dukaku.. susahku...
Semua gundahku.. risauku.. resahku.. gelisahku...
Seluruh air mataku.. tangisanku...
Ku kemas rapi dan tertutup...
ku kirim jauh-jauh ke tempat yang kau tidak tau..
Agar hanya bahagia yang kita rasa...
Karena hanya bahagia yang ku bagi dengan mu...
(Untuk Imam hatiku.. Aku mencintaimu karena Allah...)
Tuesday, June 03, 2008

...Mimpi Devy Kecil...
Aku terlahir dari rahim seorang wanita pekerja keras. Seingat ku, Umiku adalah seorang pekerja keras. Usaha pokok nya adalah penjahit pakaian wanita. Usaha ini beliau tekuni dari semenjak beliau masih gadis hingga akhir hayat nya (Semoga Umi selalu bahagia.. Amin). Beberapa order besar yang aku masih inget..4 Tahun berturut-turut pakaian MarchingBand Prov Jawa Barat untuk Festival di beberapa kota dan Upacara 17 Agustus di Gasibu Bandung, Kebaya beberapa tamu undangan pernikahan Tommy Suharto dan Tata, Topi dan Baju Suster sebuah Rumah Sakit, Beberapa baju pemenang di kontes pemilihan baju casual dan pesta di Jawa Barat, Dan yang paling berarti adalah Gamis Sakral Akad nikah dan pesta pernikahanku...
Di pertengahan tahun 2005 beberapa bulan sebelum Sang Khalik memanggil Umi.. Umi memiliki beberapa usaha kecil selain penjahit pakaian wanita, yaitu Nasi Uduk di pagi hari dan menjual makanan jadi (semacam warung nasi) dan beberapa jenis Juice, Umi juga menjual aksesoris Handphone. Setelah Shalat Tahajud Umi dan aku tidak pernah kembali tidur sambil menunggu adzan shubuh berkumandang, kami berbagi tugas untuk menyiapkan nasi uduk dan membersihkan rumah. Kegiatan yang di mulai dari awal pagi ini sangat ku nikmati. Pukul 05.30 pagi aku harus sudah berangkat dari rumah, karena bis jemputan dari kantorku hanya bisa menunggu sampai jam 06.15 pagi. Terlambat semenit akan membuat aku harus menempuh perjalanan selama 2 jam dengan kendaraan umum. Malam hari sepulang dari kantor aku membereskan warung nasi dan mengantar Umi ke Pasar Induk Gedebage membeli sayu-sayuran untuk keperluan besok pagi. Dan aku harus membersihkan sayur-sayuran dan menyiapkan bumbu dapur hingga pukul 23.00 . Dari sejak aku kecil yang paling ku ingat adalah Umi tidak pernah bangun setelah adzan shubuh. Merapikan rumah dan membereskan ruang kerjanya adalah kebiasaan Umi di pagi hari.
Sejak kecil aku memiliki impian yang sama hingga saat ini. Ku bermimpi memiliki sebuah toko besar yang menjual baju muslim, jilbab , dan keperluan ibadah lainnya. Dalam mimpi ku dulu, baju yang di jual di toko ku adalah buatan konveksi nya Umi. Dalam mimpiku itu, rumah tempat tinggal ku itu adalah tempat produksi dan gudang, ruang pamer milik Umi kubayangkan sebagai penjualan untuk grosiran. Dan aku memiliki toko besar di sebuah pusat perbelanjaan yang entah berada dimana ..? (hehehe, namanya juga mimpi...).
Sejak di bangku kuliah aku selalu berdagang. Bersama teman-teman kuliah ku tercinta aku menjajakan mawar potong setiap malam minggu di sepanjang jalan Dago. Pagi-Pagi aku dan Juju menuju Parongpong untuk membeli mawar petik dengan harga jauh di bawah pasar bunga Wastukencana. Setelah mendapatkan mawar potong aku menuju kost Dina yang terletak di jalan Dago untuk membersihkan tangkai mawar dari duri. Yasmin, Tutul dan Rani bertugas membeli plastik pembungkus, pita dan botol kecil untuk ujung tangkai. Dina dan Day bertugas membuat kartu kecil untuk pemanis tangkai bunga. Dan malamnya kami turun ke jalan Dago untuk menjajakan bunga mawar. Sampai akhirnya kami bertujuh (Aku, Yasmin, Tutul, Day, Rani, Dina, Yulia) memiliki nama 'BLUE DYR' . BLUE adalah warna kesukaan kami semua dan DYR adalah singkatan dari inisial nama kami (Dyah, Dina, Devy, Day, Yasmin, Yulia, Rani). Kami juga menjadi seksi konsumsi untuk acara Sidang Tugas Akhir di Kampus Jatinangor, dengan menggunakan mobil Noel yang full penumpang shubuh -shubuh kami menuju jatinagor. Kami juga selalu mengisi stand-stand di bazar SMU , bazar Radio atau pasar kaget di gasibu. Bahkan dari uang hasil kami berjualan kami bisa membeli beberapa barang, seperti jam tangan kebanggan kami.
Saat aku melanjutkan kuliah di UGM aku pun tidak berhenti berjualan. Saat itu ayahku yang sedang kerja kontrak di sebuah Bank Besar di jakarta di berhentikan kontraknya. Uang saku ku yang biasanya 500 ribu perbulan, menjadi 100 ribu untuk dua bulan. Akhirnya aku menggadai semua perhiasan emas yang merupakan hadiah dari ayahku untuk modal hidup. Aku membeli beberapa lusin jilbab dan gantungan dari bandung dan aku jual di jogja. Aku menjajakan jilbab dari satu kost ke kost lain. Aku juga menjual gantungan jilbab di pasar kaget GSP UGM. Selain itu aku juga membuka sebuah counter aksesoris HP kecil di Wartel koperasi UGM. Walau menemui banyak hambatan dan menyisakan sedikit kenangan :) . Walau hasilnya tidak seberapa, tapi selalu bahagia melakukannya. Apalagi efek dari sebuah counter Hp bernama MoDe Cell (Mode itu singkatan dari Mora-Devy) itu aku memiliki banyak teman dan 2 orang adik (Yani dan Wik.. love u much..).
Saat aku bertugas di Denpasar, semangat ku untuk berjualan tidak pernah padam. Aku membawa beberapa potong baju dari Bandung yang kemudian aku jual di kantor tempat aku bekerja. Aku juga minta tolong Wik yang saat itu masih menuntut ilmu di Jogja untuk membelikan Batik Solo, yang kemudian aku jual juga di kantor. Alhamdulillah hasil ku berjualan batik sangat membantu perkenomian ku saat itu. Aku harus menabung untuk dapat pulang dua bulan sekali ke Bandung. Tiket pesawat yang harganya lumayan dan keinginan untuk bertemu dengan suami dan keluarga memaksaku untuk tetap berjualan. Dari mulai Batik, baju kerja (stelan blazer), kemeja pria, baju anak, sepatu, Kaos Kaki, Sari kurma, sampai jamu asam urat aku kirim dari Bandung untuk aku jual di Denpasar.
Saat ini aku benar-benar ingin mewujudkan mimpi kecilku, memulai sebuah usaha. Membantu sesama dengan usaha yang aku jalani. Untuk memulai sebuah usaha yang besar aku belum memiliki cukup modal. Akhirnya, sedikit demi sedikit aku sudah mulai membangun mimpi kecilku. Ternyata jalan yang Allah tunjukan kepada aku begitu indah. Sekarang aku mulai lagi untuk menjual Sari Kurma. Ekstrak buah kurma yang sangat bermanfaat dan bisa menyembuhkan beberapa penyakit, terutama Demam Berdarah Dengue. Aku mendapatkan Sari Kurma dari Yasmin teman kuliah ku yang tergabung di BLUE DYR. Ternyata Yasmin telah terlebih dahulu memiliki toko obat Herbal dan oleh-oleh haji. Yasmin yang keturunan Arab membuka usaha oleh2 haji dengan suaminya di jalan Dago, dengan nama toko "Damascus" (Semoga lancar Sis..Amin..). Walopun baru beberapa bulan aku memulai, tapi aku begitu menikmatinya. Menjual Sari Kurma selain menyalurkan hobby ku, juga bisa membantu saudara-saudara ku yang sedang terkena penyakit Demam Berdarah. Beranjak dari Sari Kurma, aku pun mulai menjual barang-barang lain yang behubungan dengan obat-obat herbal, madu, Jinten Hitam, Zaitun dan beberapa keperluan ibadah. Akupun membuat blog khusus untuk sari kurma ku dengan nama "adevy.blogpsot.com". "Adevy" adalah nama toko Alm Umi untuk usaha konveksinya. Aku ingin mengabadikannya. Saat ini di rumahku di Bandung aku merombak toko Alm Umi. Sebagian etalase aku isi dengan barang herbal yang aku miliki. Namun sebagian masih terisi oleh alat-alat konveksi Umi. Siapa tahu masih ada yang membutuhkan alat2 jahit yang kami jual. Aku mengganti spanduk yang tadi nya "ADEVY BUSANA" menjadi "ADEVY KEDAI HERBAL". Aku berharap suatu saat aku bisa mewujukan mimpi kecilku. Agar aku dapat membantu sesama. Agar Ayahku tercinta memiliki kesibukan. Agar aku dapat kembali mempekerjakan karyawan Alm Umi yang saat ini masih blum memiliki pekerjaan. Agar aku dapat mengikuti jejak Rasulullah SAW untuk berniaga.
Insya Allah..... Aminnnn....
Jakarta, 04062008
(Thx to My Lovely Aa.. untuk semua dukungannya... Semoga Allah selalu menjaga 'Cintaku' dan semoga apa yangkita lakukan bisa bermanfaat dan berpahala ..Amin..)
Thursday, May 15, 2008
...REJEKI BUKAN HITUNGAN MATEMATIKA...
(kata-kata ini gw dapet dari Cemil.. thx ya Mil..)
Rejeki 1...
'Ustadz, Umi saya sudah meninggal.. sekarang saya punya Ibu tiri... Pada saat Umi saya masih ada..saya bukan
anak yang berbakti.. saya blum sempat membahagiakan Umiku...blum sempat membelikan barang-barang indah untuknya.. Saat ini ketika penghasilan saya sudah lumayan... dan saya ingin membelikan barang-barang indah untuk Umi........ Umi udah ga ada......' Sarah menahan tangisnya yang mulai pecah
'Jika saya mebelikan sesuatu untuk Ibu tiri saya.. apakah pahalanya sama dengan saya membahagiakan Umi saya Pak Ustadz...?' tanya Sarah kemudian.
' Anakku.. selama kamu memberinya dengan Iklhas.. dan berniat membahagiakannya.. dan kamu niatkan pemberian ini adalah pemeberian tulus dari seorang anak terhadap Ibunya.. Insya Allah pahalanya akan sama ..' Ustadz Ismail menerangkan.
Sore itu sarah terlibat obrolan seru dengan Tante( sebutan Sarah untuk Ibu tirinya). 'Tante juga dah lama ga pake bedak Sar.. uang dari mana?.. uang bulanan kiriman dari kamu, Tante prioritaskan untuk operasional rumah, urusan dapur dan biaya sekolah Adi..' Tante menjelaskan.. Sarah hanya tersenyum. Ada benar nya juga apa kata Tante. Uang bulanan yang Sarah kirimkan adalah sepauh dari gaji yang Sarah terima.. Namun biaya operasional rumah, dapur dan biaya sekolah Adi (adik tiri Sarah) mungkin melebihi dari uang kiriman Sarah.
Sepulang kerja Sarah mengajak Lulu adik kandungnya ke ITC Cempaka Mas. Hari itu kebetulan Lulu ada interview di Jakarta.
'Lu, jadi besok balik ke Bandung?' Tanya Sarah
'Iya Teh, soalnya panggilan berikutnya juga masih blum tau kapan.. Mending aku nunggu di Bandung sambil cari kerjaan lain .. sapa tau aja..' jelas Lulu
'Lu, akumau beliin Tante kosmetik.. katanya dia dah ga pernah pake kosmetik banget, menurut mu gimana?' Tanya Sara meminta pendapat Lulu.
'Terserah Teteh sih, kalo teteh ada uangya beliin aja..' Lulu terlihat tidak semangat.. Lulu memang menentang pernikahan Ayah mereka, jadi sampai saat ini Lulu masih terkesan cuek pada Ibu dan Adik tirinya. sarah dan Lulu menuju ATM, Sarah memandangi saldo uangnya lalu berpikir. 'gpp deh..' Sarah bergumam. 'Apanya Teh yang gpp?' tanya Lulu. 'Nggak..' Sarah tersenyum. Saldo yang muncul 250rb. Sarah mengambil 200rb. Dan sekarang sisa uangnya 50rb. Tapi Niat Sarah sudah bulat.. dia ingin membelikan Ibu tirinya bedak dan teman-temannya. Sarah dan Lulu pun mengelilingi ITC Cempaka Mas. Setelah semua kebutuhan di dapat, kosmetik dan 2 potong baju kerja untuk Lulu,maka Sarah dan Lulu pun menuju kontrakan Sarah yang tidak terlalu jauh dan ITC.
Keesokan paginya Lulu pulang ke Bandung, diantar Raisa suami Sarah sampai terminal. 'Lu, jangan lupa kasih ke Tante ya bedaknya' Pesan Sarah pada Lulu yang sudah berada diatas motor. 'Ok Teh..' Jawab Lulu. Tepat jam 7 pagi Sarah sudah berada di Kantor. Sarah langsung mengambil wudhu dan shalat Dhuha. Setelah shalat Sarah menyalakan komputernya. 'Bu mau titip sarapan?' Tanya Adam OB kantornya. 'Ga usah Dam, saya sudah sarapan, makasih ya Dam..' Jawab Sarah berbohong. Pagi itu Seteleh menyiapkan sarapan untuk Suami dan Adiknya Sarah langsung berangkat. Uang yang ada di dompetnya hanya 20.000 hanya cukup untuk makan siang dan ongkos pulang nanti.
'Sar, makan di cempaka mas yuk.. suntuk neh' ajak Nisa pada Sarah. 'Boleh mba..' jawab Sarah ragu, memikirkan uang di dompetnya yang hany ada 20.000. 'Sar, kita ke atm dulu ya.. gw mo sekalian ambil baju nikahan gw nanti..' Mba Nisa menarik tangan Sarah menuju atm. Sembari menunggu Lusi yang mengambil uang di atm, sarah iseng mengecek rekeningnya, padalah dia tau isinya 50.000. Tapi betapa kagetnya Sarah setelah tau isi uang di rekeningnya 1.986.000 'Astagfirullah banyak amat.. uang apa nih?' Sarah bingung dengan rentetan 0 yang ada di rekeningnya. 'Sar, ternyata uang rapel gaji kita udah masuk ya..? lumayan banget neh..' suara Nisa yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya. 'Alhamdulillah...' ucap Sarah penuh hikmat. Kini Sarah yakin bahwa membahagiakan Ibu tirinya InsyaAllah mendapat pahala yang sama dengan membahagiakan Umi nya..
dan Sarah semakin yakin bahwa rejeki bukan hitungan matematika :
(200.000 - 150.000 <> 50.000) -- > (200.000 - 50.000 = 2.000.000)
ket <> : tidak sama dengan
Rumus ini hanya berlaku untuk pengurangan :
1. Untuk membahagia orang tua, membahagiakan orang - orang yang kita cintai
2. Sedekah untuk keperluan umat
3. Infak di jalan Allah
4. Untuk anak yatim dan fakir miskin
Rumus ini tidak berlaku untuk pengurangan:
1. Menumpuk barang yang mubajir dan berlebihan
2. Menambah koleksi sepatu, tas, kosmetik, hp yang jumlahnya sudah lebih dari satu lusin
3. Apalagi dibelanjakan sesuatu yang HARAM
(Semoga bermanfaat :) )
Jakarta, 16052008
Thursday, January 17, 2008
.........................
Ketika Takdir berbicara... Ketika kita TIDAK dihadapkan pada pilihan...
Tidak ada jalan lain...........
Yang ada hanya kenyataan.. yang tetap harus kita lewati...
Yang ada hanya kenyataan.. yang tetap harus kita lewati...
Ku berusaha untuk tetap bersyukur atas kehendakmu ...
Tak pernah ada yang tahu saat Kupaksa bibir ini untuk tetap tersenyum...
Tak pernah ada yang tahu saat Kupaksa bibir ini untuk tetap tersenyum...
Betapa berat untuk berkata bohong saat mengatakan 'aku baik-baik saja'...
'Cinta' tlah pergi... tanpa aku sadari...
Seakan 'cinta' masih disini .. seakan aku masih bisa memeluknya, menyentuhnya dengan lembut, seakan 'cinta' masih menemani semua aktivitasku, bermunajat berdua, berdoa bersama, sesaat aku terdiam menyadari bahwa 'cinta' tlah pergi.. meninggalkan ku sendiri, kini semua aktivitas kulakukan seorang diri...
Tabahkanlan aku ya rabb...
'Janin dalam rahim Ibu tidak berkembang, jatungnya tidak lagi berdetak, kemungkinan dia sudah meninggal sejak dua minggu yang lalu.. ada baiknya ibu segara di curet....'
Seakan tersengat listrik tegangan tinggi... Tubuhku lemas seketika... Otakku tak dapat berpikir.. Yang ada dalam benak ku .. aku hanya ingin berlari dan berlari kemudian segera terbangun dari semua mimpi buruk ini....
Ya Muqiit kuatkanlah hamba Mu ini... Jika memang ini takdirku berikan aku dan suamiku kesabaran dan ketabahan dalam menghadapinya.. tak hentinya doa -doa meluncur dari bibir ku yang kering sepanjang malam.. berharap esok akan ada keajaiban..
Pagi itu.. dengan segala kekuatan yang tersisa.. akhirnya 'cinta' dikeluarkan dari rahim ku melalui proses kuretase... Sebentuk janin mungil yang diam dalam hening itu kini tlah berpulang..
Walau 'Cinta' hanya sebentuk janin.. Kami menguburnya dengan penuh kasing sayang... Selamat tidur sayang , selamat tidu buah hatiku, belahan jiwaku ... Umi dan Abi menyayangimu...
Wahai Rabb yang Maha menyayangi...Izinkan aku menangis pagi ini.. hanya untuk pagi ini.. agar terlepas Sedih di hati.. agar terbang semua lara ku... agar hilang semua duka derita ku... Biarkan air mata ku ini membawa semua kesedihan itu pergi.. Agar aku bisa tersenyum lagi esok pagi...
Seakan telaga air mataku tak pernah kering.. setiap aku mengingat 'cinta'...
Bagi seisi dunia 'cinta' hanya janin mungil yang tak berarti.. tapi bagiku 'cinta' pernah memberikan dunia...
Terima Kasih 'cinta' .. kehadiran mu yang sesaat pernah memberikan warna lain dalam hidup ku.. Kehadiran mu pernah membuat ku merasa lebih berarti...
Sabar dan Ikhlas adalah kunci utama agar aku bisa melewati ini semua...
Terima Kasih Wahai Rabb.. atas semua nikmat mu untuk ku dan suamiku.. Takdirmu memberikan pembelajaran hidup yang begitu berharga.. proses agar aku lebih bersabar..lebih dewasa.. lebih dekat dengan Mu wahai Rabb ku..... Alhamdulillah...
(Selamat jalan 'cinta'... Umi menyanyangi mu... Semoga kelak kau menjadi Bidadari di Jannah Nya..Aminn)
-Jakarta, 6 Januari 2008-
...Umi yang selalu menyayagi mu 'cinta'...
Subscribe to:
Posts (Atom)