Tuesday, June 03, 2008


...Mimpi Devy Kecil...


Aku terlahir dari rahim seorang wanita pekerja keras. Seingat ku, Umiku adalah seorang pekerja keras. Usaha pokok nya adalah penjahit pakaian wanita. Usaha ini beliau tekuni dari semenjak beliau masih gadis hingga akhir hayat nya (Semoga Umi selalu bahagia.. Amin). Beberapa order besar yang aku masih inget..4 Tahun berturut-turut pakaian MarchingBand Prov Jawa Barat untuk Festival di beberapa kota dan Upacara 17 Agustus di Gasibu Bandung, Kebaya beberapa tamu undangan pernikahan Tommy Suharto dan Tata, Topi dan Baju Suster sebuah Rumah Sakit, Beberapa baju pemenang di kontes pemilihan baju casual dan pesta di Jawa Barat, Dan yang paling berarti adalah Gamis Sakral Akad nikah dan pesta pernikahanku...

Di pertengahan tahun 2005 beberapa bulan sebelum Sang Khalik memanggil Umi.. Umi memiliki beberapa usaha kecil selain penjahit pakaian wanita, yaitu Nasi Uduk di pagi hari dan menjual makanan jadi (semacam warung nasi) dan beberapa jenis Juice, Umi juga menjual aksesoris Handphone. Setelah Shalat Tahajud Umi dan aku tidak pernah kembali tidur sambil menunggu adzan shubuh berkumandang, kami berbagi tugas untuk menyiapkan nasi uduk dan membersihkan rumah. Kegiatan yang di mulai dari awal pagi ini sangat ku nikmati. Pukul 05.30 pagi aku harus sudah berangkat dari rumah, karena bis jemputan dari kantorku hanya bisa menunggu sampai jam 06.15 pagi. Terlambat semenit akan membuat aku harus menempuh perjalanan selama 2 jam dengan kendaraan umum. Malam hari sepulang dari kantor aku membereskan warung nasi dan mengantar Umi ke Pasar Induk Gedebage membeli sayu-sayuran untuk keperluan besok pagi. Dan aku harus membersihkan sayur-sayuran dan menyiapkan bumbu dapur hingga pukul 23.00 . Dari sejak aku kecil yang paling ku ingat adalah Umi tidak pernah bangun setelah adzan shubuh. Merapikan rumah dan membereskan ruang kerjanya adalah kebiasaan Umi di pagi hari.

Sejak kecil aku memiliki impian yang sama hingga saat ini. Ku bermimpi memiliki sebuah toko besar yang menjual baju muslim, jilbab , dan keperluan ibadah lainnya. Dalam mimpi ku dulu, baju yang di jual di toko ku adalah buatan konveksi nya Umi. Dalam mimpiku itu, rumah tempat tinggal ku itu adalah tempat produksi dan gudang, ruang pamer milik Umi kubayangkan sebagai penjualan untuk grosiran. Dan aku memiliki toko besar di sebuah pusat perbelanjaan yang entah berada dimana ..? (hehehe, namanya juga mimpi...).

Sejak di bangku kuliah aku selalu berdagang. Bersama teman-teman kuliah ku tercinta aku menjajakan mawar potong setiap malam minggu di sepanjang jalan Dago. Pagi-Pagi aku dan Juju menuju Parongpong untuk membeli mawar petik dengan harga jauh di bawah pasar bunga Wastukencana. Setelah mendapatkan mawar potong aku menuju kost Dina yang terletak di jalan Dago untuk membersihkan tangkai mawar dari duri. Yasmin, Tutul dan Rani bertugas membeli plastik pembungkus, pita dan botol kecil untuk ujung tangkai. Dina dan Day bertugas membuat kartu kecil untuk pemanis tangkai bunga. Dan malamnya kami turun ke jalan Dago untuk menjajakan bunga mawar. Sampai akhirnya kami bertujuh (Aku, Yasmin, Tutul, Day, Rani, Dina, Yulia) memiliki nama 'BLUE DYR' . BLUE adalah warna kesukaan kami semua dan DYR adalah singkatan dari inisial nama kami (Dyah, Dina, Devy, Day, Yasmin, Yulia, Rani). Kami juga menjadi seksi konsumsi untuk acara Sidang Tugas Akhir di Kampus Jatinangor, dengan menggunakan mobil Noel yang full penumpang shubuh -shubuh kami menuju jatinagor. Kami juga selalu mengisi stand-stand di bazar SMU , bazar Radio atau pasar kaget di gasibu. Bahkan dari uang hasil kami berjualan kami bisa membeli beberapa barang, seperti jam tangan kebanggan kami.

Saat aku melanjutkan kuliah di UGM aku pun tidak berhenti berjualan. Saat itu ayahku yang sedang kerja kontrak di sebuah Bank Besar di jakarta di berhentikan kontraknya. Uang saku ku yang biasanya 500 ribu perbulan, menjadi 100 ribu untuk dua bulan. Akhirnya aku menggadai semua perhiasan emas yang merupakan hadiah dari ayahku untuk modal hidup. Aku membeli beberapa lusin jilbab dan gantungan dari bandung dan aku jual di jogja. Aku menjajakan jilbab dari satu kost ke kost lain. Aku juga menjual gantungan jilbab di pasar kaget GSP UGM. Selain itu aku juga membuka sebuah counter aksesoris HP kecil di Wartel koperasi UGM. Walau menemui banyak hambatan dan menyisakan sedikit kenangan :) . Walau hasilnya tidak seberapa, tapi selalu bahagia melakukannya. Apalagi efek dari sebuah counter Hp bernama MoDe Cell (Mode itu singkatan dari Mora-Devy) itu aku memiliki banyak teman dan 2 orang adik (Yani dan Wik.. love u much..).

Saat aku bertugas di Denpasar, semangat ku untuk berjualan tidak pernah padam. Aku membawa beberapa potong baju dari Bandung yang kemudian aku jual di kantor tempat aku bekerja. Aku juga minta tolong Wik yang saat itu masih menuntut ilmu di Jogja untuk membelikan Batik Solo, yang kemudian aku jual juga di kantor. Alhamdulillah hasil ku berjualan batik sangat membantu perkenomian ku saat itu. Aku harus menabung untuk dapat pulang dua bulan sekali ke Bandung. Tiket pesawat yang harganya lumayan dan keinginan untuk bertemu dengan suami dan keluarga memaksaku untuk tetap berjualan. Dari mulai Batik, baju kerja (stelan blazer), kemeja pria, baju anak, sepatu, Kaos Kaki, Sari kurma, sampai jamu asam urat aku kirim dari Bandung untuk aku jual di Denpasar.

Saat ini aku benar-benar ingin mewujudkan mimpi kecilku, memulai sebuah usaha. Membantu sesama dengan usaha yang aku jalani. Untuk memulai sebuah usaha yang besar aku belum memiliki cukup modal. Akhirnya, sedikit demi sedikit aku sudah mulai membangun mimpi kecilku. Ternyata jalan yang Allah tunjukan kepada aku begitu indah. Sekarang aku mulai lagi untuk menjual Sari Kurma. Ekstrak buah kurma yang sangat bermanfaat dan bisa menyembuhkan beberapa penyakit, terutama Demam Berdarah Dengue. Aku mendapatkan Sari Kurma dari Yasmin teman kuliah ku yang tergabung di BLUE DYR. Ternyata Yasmin telah terlebih dahulu memiliki toko obat Herbal dan oleh-oleh haji. Yasmin yang keturunan Arab membuka usaha oleh2 haji dengan suaminya di jalan Dago, dengan nama toko "Damascus" (Semoga lancar Sis..Amin..). Walopun baru beberapa bulan aku memulai, tapi aku begitu menikmatinya. Menjual Sari Kurma selain menyalurkan hobby ku, juga bisa membantu saudara-saudara ku yang sedang terkena penyakit Demam Berdarah. Beranjak dari Sari Kurma, aku pun mulai menjual barang-barang lain yang behubungan dengan obat-obat herbal, madu, Jinten Hitam, Zaitun dan beberapa keperluan ibadah. Akupun membuat blog khusus untuk sari kurma ku dengan nama "adevy.blogpsot.com". "Adevy" adalah nama toko Alm Umi untuk usaha konveksinya. Aku ingin mengabadikannya. Saat ini di rumahku di Bandung aku merombak toko Alm Umi. Sebagian etalase aku isi dengan barang herbal yang aku miliki. Namun sebagian masih terisi oleh alat-alat konveksi Umi. Siapa tahu masih ada yang membutuhkan alat2 jahit yang kami jual. Aku mengganti spanduk yang tadi nya "ADEVY BUSANA" menjadi "ADEVY KEDAI HERBAL". Aku berharap suatu saat aku bisa mewujukan mimpi kecilku. Agar aku dapat membantu sesama. Agar Ayahku tercinta memiliki kesibukan. Agar aku dapat kembali mempekerjakan karyawan Alm Umi yang saat ini masih blum memiliki pekerjaan. Agar aku dapat mengikuti jejak Rasulullah SAW untuk berniaga.

Insya Allah..... Aminnnn....


Jakarta, 04062008

(Thx to My Lovely Aa.. untuk semua dukungannya... Semoga Allah selalu menjaga 'Cintaku' dan semoga apa yangkita lakukan bisa bermanfaat dan berpahala ..Amin..)

0 comments: