Friday, July 29, 2005

24 Jam milik-Nya...
Belum lagi Adzan subuh, tapi imam ku sudah berpakaian rapi lengkap dengan sarung tenun dan peci rajut abu-abu nya. "Bangun De... tahajud yuk.." dengan sebuah kecupan hangat mendarat dikeningku. Berat sekali kubuka kedua bola mataku, dan senyum itu sudah mengembang di bibir mungil imam besarku. Setelah berwudhu, kami pun shalat Tahajud dilanjutkan Witir dan ditutup dengan doa syahdu Imam besarku yang selalu membuat air mata ini meleleh menurunidua pipi montokku. Sembari menunggu Adzan shubuh, kamipun tilawah. Sesaat sebelum adzan shubuh berkumandang, imam besarku berangkat ke mesjid yang tidak begitu jauh dari rumah orang tuaku. Setelah mengambil air wudhu, aku dan umiku shalat shubuh berjamaah. selesai Shalat aku pun bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Kantor tempat ku bekerja, jaraknya sangat jauh dengan rumah orang tuaku. Jadi, agar tidak terlambat aku harus berangkat sebelum sang matahari menampakkan diri.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam setengah aku pun tiba di kantorku. Pagi ini aku mempunyai dua tugas dari manajerku. langsung saja aku nyalakan komputer setiaku. Ruang kerjaku berukuran kurang lebih 8 x 5 meter. Didalamnya terdapat 7 buah meja kantor berukuran besar! Aku adalah wanita tercantik di dept IT, soalnya aku satu-satunya wanita di dept ini(pantesan...). Semua rekan kerjaku adalah kaum adam. Jadi, maaf saja kalo di ruangan IT ini tidak ada acara gosip dan tidak ada juga sesi kecantikan apalagi ruang pamer untuk perabotan baru. Kalopun suatu ketika kami ngobrol, yang dibahas tidak jauh seputar teknologi Informasi terbaru, otomotif,dan tips dan trik mendapatkan wanita! Ups!... Maklum tiga dari lima rekan kerjaku belum menikah.
Waktu terus bergulir, semakin beranjak siang. Komunikasi ku dengan Imam besar tidak terhenti. Chating! ya aku dan imam besarku selalu online. Beruntung nya kami, karena perusahaan tempat aku dan Suamiku memberikan fasilitas internet full akses selama 24 jam. Mungkin juga karena aku dan suamiku sama-sama berada di Dept IT yang tidak lepas dari internet. "Wa'alaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh bidadariku yang tertambat di lubuk hati ini" begitulah biasanya imam besarku menjawab salam yang kukirim lewat jendela chating. Fasilitas Chat ini kita manfaat kan untuk mengefektifkan komunikasi kami. Jika tidak ada fasilitas chat ini, mungkin aku dan suamiku akan banyak menghabiskan pulsa untuk saling menghubungi. Dan melalui fasilitas chat ini justru kami lebih banyak berkomunikasi. Karena ketika kami dirumah, biasanya waktu yang tersisa kami manfaatkan untuk beristirahat. S etelah rehat sebentar untuk makan siang dan shalat dzuhur aku pun kembali ke depan monitorku. Biasanya setelah shalat aku sempatkan untuk tilawah, walaupun hanya satu atau dua ayat.
Setelah 7 jam berada di gedung megah yang menghasilkan ribuan kantong infus, aku pun mematikankomputerku. Agar dia bisa beristirahat, bersiap-siap untuk kugunakan besok. Kurang lebih pukul empat aku pun bersiap-siap untuk pulang. Dengan menaiki kendaraan jemputan kantor akupun melalui jalan tol yang terlihat sedikit macet, mungkin karena hari ini hari libur anak sekolah. setelah disambung lagi dengan dua kali naik angkutan kota barulah aku sampai kembali di rumah orang tuaku. Waktu di ruang tengah telah menunjukan pukul setengah 7 malam.Buru-buru kebersihkan tubuhku yang cukup penat. Perjalanan jauh cukup membuat baju ku sedikit lengket dengan kulitku. Guyuran air dingin dapat kembali menyegarkan kembali tubuh lelahku. Setelah shalat Maghrib, yang mepet ke shalat Isya akupun meneruskan tilawah. Setelah shalat Isya, aku pun menuju meja makan untuk mengisi lambungku yang mulai bernyanyi riang dengan irama penuh sukacita. Umiku hanya tersenyum setiap mendengar dentuman dari lambung riangku "Ga makan berapa hari Teh?"Begitu beliau biasanya bertanya sambil tersenyum.Umiku memanggil ku dengan sebutan "Teteh"panggilan kakak perempuan untuk orang sunda. tak lama kemudian satu piring penuh nasi ditambah lauk pauk dan sambal tentunya habis pindah ke dalam lambungku.
Kulirik jam dinding yang berada diatas TV di ruang tengah, ternyata baru saja jam setengah delapan."Kuliah sampe jam brp A? kl dah beres lsg plg ya.. Ada yg kangen nih dirumah. Hati2 di jln ya Aa"dan SEND kukirim melalui Siemens C55 ku. Tak lama kemudian "Ok Say! btw,Umi masak apa neh? Perut A juga kangen neh sama masakan Umi :)" . Uhhh aku pun memajukan bibirku 3 senti didepan mulut "Kenapa kamu teh?, kok manyun2 begitu?" tanya Umiku heran melihat ku yang bergerutu"Ini Mi, A Raisa.. Dena bilang kangen... EH dia jawabnya Asal aja" jawabku masih dengan bibir full manyun"Emang dia jawab apa sih? "tanya Umiku lagi dengan sedikit penasaran"Dia bilang perutnya kangen sama masakan Umi..." Jawabku lagi sembari berjalan menuju tempat Umiku duduk dan memperlihatkan SMS dari suamiku pada Umiku"Ya bener donk... masa dia kangen sama masakan kamu? kamu kan ga pernah masak Teh.." dan tawa kecil pun mengembang di bibir Umiku. Sepertinya dia bahagia sekali telah membuatku tambah manyun.Sambil menunggu suamiku pulang, aku dan Umiku menuju halaman depan untuk menyiram tanaman.Umiku memiliki begitu banyak tanaman dari berbagai jenis. Semua terawat sempurna di tangan Umiku.
Kurang lebih jam 10 malam Imam besarku pulang. Aku yang sudah mulai terkantuk-kantuk di kamar, langsung menyimpan buku yang sedang kubaca. Membuka pintu, mengambil semua barang bawaannya dan meletakkanya dikamar. Aku pun menuju dapur untuk menyiapkan makan malam suamiku. Kulihat Umikusudah berada didapur "Udah tidur aja... yang Raisa kangenin kan masakan Umi bukan masakan mu "Canda umiku sambil meletak sayur yang baru di hangatkan kedalam mangkok. Aku pun hanya tersenyum, sambil membawa sayur hanget menuju ruang makan dan memberi bonus sebuah kecupan dipipi umiku. Setelah Suamiku beres dengan makan malamnya, kamipun sedikit berbincang di ruang tengah. Kurang lebih jam 11 Umiku masuk kekamar untuk tidur. Minggu -minggu ini Umiku tidur sendiri karena Papah ku sedang berada diluar kota. Tak lama kemudian aku dan suamiku pun masuk kekamar untuk beristirahat. Sedikit berbincang obrolan ringan di atas kasurdan tak lama kemudian kamipun terlelap dalam indahnya mimpi.
Usai sudah tugasku hari ini....sebait doa kupanjatkan doa sebelum tidur"Ya Rabb...Dzat yang tidak pernah tidur... peliharah aku dan keluarga ku dalam tidur kami jauhkanlah kami dari mimpi buruk... bangunkan kami dengan cintamu agar besok selalu menjadi lebih baik dari hari ini, amin"

0 comments: