...REJEKI BUKAN HITUNGAN MATEMATIKA...
(kata-kata ini gw dapet dari Cemil.. thx ya Mil..)
Rejeki 1...
'Ustadz, Umi saya sudah meninggal.. sekarang saya punya Ibu tiri... Pada saat Umi saya masih ada..saya bukan
anak yang berbakti.. saya blum sempat membahagiakan Umiku...blum sempat membelikan barang-barang indah untuknya.. Saat ini ketika penghasilan saya sudah lumayan... dan saya ingin membelikan barang-barang indah untuk Umi........ Umi udah ga ada......' Sarah menahan tangisnya yang mulai pecah
'Jika saya mebelikan sesuatu untuk Ibu tiri saya.. apakah pahalanya sama dengan saya membahagiakan Umi saya Pak Ustadz...?' tanya Sarah kemudian.
' Anakku.. selama kamu memberinya dengan Iklhas.. dan berniat membahagiakannya.. dan kamu niatkan pemberian ini adalah pemeberian tulus dari seorang anak terhadap Ibunya.. Insya Allah pahalanya akan sama ..' Ustadz Ismail menerangkan.
Sore itu sarah terlibat obrolan seru dengan Tante( sebutan Sarah untuk Ibu tirinya). 'Tante juga dah lama ga pake bedak Sar.. uang dari mana?.. uang bulanan kiriman dari kamu, Tante prioritaskan untuk operasional rumah, urusan dapur dan biaya sekolah Adi..' Tante menjelaskan.. Sarah hanya tersenyum. Ada benar nya juga apa kata Tante. Uang bulanan yang Sarah kirimkan adalah sepauh dari gaji yang Sarah terima.. Namun biaya operasional rumah, dapur dan biaya sekolah Adi (adik tiri Sarah) mungkin melebihi dari uang kiriman Sarah.
Sepulang kerja Sarah mengajak Lulu adik kandungnya ke ITC Cempaka Mas. Hari itu kebetulan Lulu ada interview di Jakarta.
'Lu, jadi besok balik ke Bandung?' Tanya Sarah
'Iya Teh, soalnya panggilan berikutnya juga masih blum tau kapan.. Mending aku nunggu di Bandung sambil cari kerjaan lain .. sapa tau aja..' jelas Lulu
'Lu, akumau beliin Tante kosmetik.. katanya dia dah ga pernah pake kosmetik banget, menurut mu gimana?' Tanya Sara meminta pendapat Lulu.
'Terserah Teteh sih, kalo teteh ada uangya beliin aja..' Lulu terlihat tidak semangat.. Lulu memang menentang pernikahan Ayah mereka, jadi sampai saat ini Lulu masih terkesan cuek pada Ibu dan Adik tirinya. sarah dan Lulu menuju ATM, Sarah memandangi saldo uangnya lalu berpikir. 'gpp deh..' Sarah bergumam. 'Apanya Teh yang gpp?' tanya Lulu. 'Nggak..' Sarah tersenyum. Saldo yang muncul 250rb. Sarah mengambil 200rb. Dan sekarang sisa uangnya 50rb. Tapi Niat Sarah sudah bulat.. dia ingin membelikan Ibu tirinya bedak dan teman-temannya. Sarah dan Lulu pun mengelilingi ITC Cempaka Mas. Setelah semua kebutuhan di dapat, kosmetik dan 2 potong baju kerja untuk Lulu,maka Sarah dan Lulu pun menuju kontrakan Sarah yang tidak terlalu jauh dan ITC.
Keesokan paginya Lulu pulang ke Bandung, diantar Raisa suami Sarah sampai terminal. 'Lu, jangan lupa kasih ke Tante ya bedaknya' Pesan Sarah pada Lulu yang sudah berada diatas motor. 'Ok Teh..' Jawab Lulu. Tepat jam 7 pagi Sarah sudah berada di Kantor. Sarah langsung mengambil wudhu dan shalat Dhuha. Setelah shalat Sarah menyalakan komputernya. 'Bu mau titip sarapan?' Tanya Adam OB kantornya. 'Ga usah Dam, saya sudah sarapan, makasih ya Dam..' Jawab Sarah berbohong. Pagi itu Seteleh menyiapkan sarapan untuk Suami dan Adiknya Sarah langsung berangkat. Uang yang ada di dompetnya hanya 20.000 hanya cukup untuk makan siang dan ongkos pulang nanti.
'Sar, makan di cempaka mas yuk.. suntuk neh' ajak Nisa pada Sarah. 'Boleh mba..' jawab Sarah ragu, memikirkan uang di dompetnya yang hany ada 20.000. 'Sar, kita ke atm dulu ya.. gw mo sekalian ambil baju nikahan gw nanti..' Mba Nisa menarik tangan Sarah menuju atm. Sembari menunggu Lusi yang mengambil uang di atm, sarah iseng mengecek rekeningnya, padalah dia tau isinya 50.000. Tapi betapa kagetnya Sarah setelah tau isi uang di rekeningnya 1.986.000 'Astagfirullah banyak amat.. uang apa nih?' Sarah bingung dengan rentetan 0 yang ada di rekeningnya. 'Sar, ternyata uang rapel gaji kita udah masuk ya..? lumayan banget neh..' suara Nisa yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya. 'Alhamdulillah...' ucap Sarah penuh hikmat. Kini Sarah yakin bahwa membahagiakan Ibu tirinya InsyaAllah mendapat pahala yang sama dengan membahagiakan Umi nya..
dan Sarah semakin yakin bahwa rejeki bukan hitungan matematika :
(200.000 - 150.000 <> 50.000) -- > (200.000 - 50.000 = 2.000.000)
ket <> : tidak sama dengan
Rumus ini hanya berlaku untuk pengurangan :
1. Untuk membahagia orang tua, membahagiakan orang - orang yang kita cintai
2. Sedekah untuk keperluan umat
3. Infak di jalan Allah
4. Untuk anak yatim dan fakir miskin
Rumus ini tidak berlaku untuk pengurangan:
1. Menumpuk barang yang mubajir dan berlebihan
2. Menambah koleksi sepatu, tas, kosmetik, hp yang jumlahnya sudah lebih dari satu lusin
3. Apalagi dibelanjakan sesuatu yang HARAM
(Semoga bermanfaat :) )
Jakarta, 16052008